Malang, Kamis, 7 Mei 2026 — Pembelajaran mata kuliah Geografi Transportasi Prodi S1 Geografi di Departemen Geografi Universitas Negeri Malang berlangsung semakin aplikatif melalui kegiatan Praktisi Mengajar bersama Mohammad Mansyur, S.T. dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Trenggalek. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang A6.606 Gedung A6 FIS Universitas Negeri Malang ini dipandu oleh Dr. Satti Wagistina, S.P., M.Si. selaku dosen pengampu mata kuliah.

Pada pertemuan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari penguatan teori dan studi kasus dalam geografi transportasi, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam penerapan network analysis untuk jalan perkotaan berbasis Geographic Information System (GIS). Materi ini dirancang untuk mempertemukan konsep akademik dengan kebutuhan analisis spasial yang digunakan dalam praktik perencanaan jalan di perkotaan.

Mohammad Mansyur, S.T. merupakan praktisi yang memiliki latar belakang kuat dalam bidang survey pemetaan dan informasi geospasial. Berdasarkan riwayat akademik dan profesionalnya, Beliau menempuh pendidikan D3 Survey dan Pemetaan Wilayah di Universitas Negeri Semarang serta S1 Teknik Geomatika di Universitas Dr. Soetomo. Saat ini Beliau bertugas sebagai Pengelola Pertanahan di Kantor ATR/BPN Kabupaten Trenggalek dan memiliki pengalaman panjang dalam analisis spasial berbasis SIG, pemetaan bidang tanah, serta manajemen data geospasial.

Dalam sesi diskusi, mahasiswa diajak memahami analisis jaringan dapat digunakan untuk menghubungkan ruas jalan, menentukan rute paling efisien, serta mengidentifikasi pola jaringan jalan perkotaan. Pendekatan ini penting karena transportasi tidak hanya berkaitan dengan pergerakan fisik, tetapi juga menyangkut struktur ruang, efisiensi perjalanan, dan kualitas pelayanan wilayah.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik penggunaan network analysis pada GIS, sehingga mahasiswa dapat menghubungkan teori dengan prosedur analisis spasial secara lebih konkret. Melalui praktik tersebut, mahasiswa dilatih untuk melihat jalan perkotaan sebagai sistem jaringan yang memiliki simpul, ruas, hambatan, dan peluang optimasi yang dapat diolah secara digital.

Pelaksanaan Praktisi Mengajar ini menjadi bentuk sinergi antara dunia akademik dan dunia kerja, khususnya dalam memperkuat kompetensi mahasiswa S1 Geografi supaya lebih siap menghadapi kebutuhan analisis spasial di bidang perencanaan wilayah, transportasi, maupun tata ruang. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis praktik untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam, kontekstual, dan relevan dengan tantangan lapangan.

Dengan kehadiran praktisi dari ATR/BPN Kabupaten Trenggalek, pembelajaran Geografi Transportasi di S1 Geografi – UM tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa, tetapi juga memperkuat orientasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi geospasial dan kebutuhan analisis transportasi modern.

Views: 46