Malang, Kompas – Pada Minggu, 21 April 2024, Himpunan Mahasiswa Departemen Geografi “VOLCANO” dari Universitas Negeri Malang menyelenggarakan peringatan Earth Day Celebration di Dusun Curah Ampel, Desa Ampel Dento, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Acara ini bertema “Restore Our Earth: Memaksimalkan Penggunaan Praktis Bahan Berkualitas Tinggi sebagai Upaya Mengurangi Penggunaan Plastik, dan Usaha Pemeliharaan Udara agar Tetap Bersih,” mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap pentingnya kelestarian lingkungan hidup sebagai bagian dari semangat kebangsaan.
Kegiatan ini melibatkan panitia berjumlah 56 orang serta partisipasi aktif masyarakat, termasuk ibu-ibu dasawisma, dengan berbagai agenda, seperti penanaman pohon, bersih-bersih lingkungan, dan lomba poster digital bertajuk Disporation 2024 (Design Poster Earth Day Celebration 2024). Earth Day Celebration menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan aplikasi nyata dari ilmu yang dipelajari dalam perkuliahan, sekaligus wujud kepedulian sosial yang selaras dengan tujuan Hari Bumi di seluruh dunia.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak hanya beraksi, tetapi juga merenungkan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari mental kebangsaan. Di mana pun kita tinggal, terutama di lingkungan lokal seperti Dusun Curah Ampel ini, peran kita sebagai warga negara dalam menjaga bumi merupakan bentuk cinta tanah air,” ujar Ketua Panitia Earth Day Celebration 2024, dari Departemen Geografi “VOLCANO.”

Di tengah krisis lingkungan global, perhatian pada sampah plastik dan polusi udara di Desa Ampel Dento menjadi fokus utama. Selain aksi penanaman pohon seperti sansevieria yang dikenal mampu menyerap polutan berbahaya, warga juga diberikan edukasi mengenai pengurangan limbah plastik. “Sansevieria atau lidah mertua menjadi simbol dari harapan kita untuk mengurangi polusi. Selain mudah dirawat, tanaman ini efektif menyerap gas beracun seperti karbon monoksida dan karbon dioksida yang kerap dihasilkan oleh aktivitas industri setempat,” ungkap seorang pemateri dalam kegiatan tersebut.
Gotong-royong, salah satu nilai kebangsaan yang kuat, juga terasa dalam kegiatan bersih-bersih desa ini. Peserta diajak menyusuri pemukiman untuk memungut sampah plastik yang tersebar. “Ini adalah kegiatan yang mengajak kita untuk bertanggung jawab secara kolektif, dan saya harap acara seperti ini bisa mengakar di hati masyarakat sebagai salah satu cara menjaga warisan tanah air kita,” kata salah satu peserta dari ibu-ibu dasawisma yang antusias dalam kegiatan tersebut.
Lomba desain poster digital Disporation 2024 pun diadakan sebagai cara mengkomunikasikan pesan pentingnya menjaga lingkungan melalui seni. Poster-poster yang dibuat peserta tidak hanya menunjukkan keindahan visual tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya pelestarian bumi. Pemenang lomba nantinya akan diumumkan dan karyanya dipamerkan di ruang publik sebagai bentuk apresiasi.
Menanamkan mental kebangsaan dalam pelestarian lingkungan hidup tidak hanya sekadar merawat alam, namun juga membangun kesadaran bahwa setiap individu, sebagai warga negara, memikul tanggung jawab terhadap tanah tempat mereka tinggal. Peringatan Hari Bumi di Desa Ampel Dento ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga titik tolak bagi masyarakat dan mahasiswa untuk melanjutkan aksi serupa di masa depan.
“Kegiatan ini bukan hanya satu kali, tetapi mudah-mudahan menjadi gerakan berkelanjutan di mana kebersamaan dalam menjaga lingkungan menjadi cerminan dari semangat kebangsaan yang kita bawa hingga generasi mendatang,” pungkas Ketua Himpunan Mahasiswa Departemen Geografi, “VOLCANO,” Universitas Negeri Malang.
Views: 25
Recent Comments