13 September 2024 – Implementasi Matakuliah Publik dengan Matakuliah Hidrologi yang dipandu oleh Dosen Ferryati Masitoh, S.Si., M.Si., berhasil menggabungkan aspek teoritis dan praktis dalam memahami dinamika hidrologi pada berbagai jenis lahan. Acara ini dihadiri oleh Bapak dan Ibu Guru dari MGMP Geografi Kota Malang, yang mendapat kesempatan untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang dampak limpasan dan infiltrasi air, serta implikasinya terhadap pengelolaan sumberdaya air dan mitigasi risiko bencana seperti erosi dan banjir.

Pentingnya Program Matakuliah Publik dalam Implementasi SDGs

Pelaksanaan program Matakuliah Publik ini merupakan wujud nyata komitmen Universitas Negeri Malang dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada beberapa poin penting:

  1. SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi
    • Program ini berkontribusi pada peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan sumberdaya air yang berkelanjutan melalui pendidikan tentang limpasan dan infiltrasi air. Dengan fokus pada bagaimana air berinteraksi dengan berbagai jenis lahan, kegiatan ini mendukung upaya global dalam menyediakan akses terhadap air bersih dan pengelolaan air yang lebih efisien, sesuai dengan tujuan SDGs untuk memastikan ketersediaan dan pengelolaan air yang berkelanjutan.
  2. SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
    • Pemahaman tentang pola aliran air dan dampaknya terhadap risiko banjir dan erosi merupakan bagian penting dalam strategi penanganan perubahan iklim. Melalui diskusi dan studi kasus yang dipandu oleh Dosen Ferryati Masitoh, para peserta memperoleh wawasan tentang bagaimana vegetasi dan penggunaan lahan dapat memitigasi dampak lingkungan yang disebabkan oleh perubahan iklim. Ini mendukung pencapaian SDGs yang fokus pada penanganan perubahan iklim dan dampaknya.
  3. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
    • Kolaborasi antara Universitas Negeri Malang dengan MGMP Geografi Kota Malang menegaskan pentingnya kemitraan dalam mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik dan relevan. Melalui program ini, sinergi antara akademisi dan praktisi pendidikan tercipta, yang memperkuat kemampuan para guru dalam menerapkan konsep-konsep hidrologi di kelas, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh siswa.

Penguatan Pembelajaran Geografi dengan Pendekatan Hidrologi

Dalam sesi yang dipandu oleh Dosen Ferryati Masitoh, S.Si., M.Si., para peserta disuguhkan penjelasan rinci tentang bagaimana berbagai jenis vegetasi dan penggunaan lahan memengaruhi pola aliran air. Diskusi tersebut mengungkapkan perbedaan signifikan antara lahan hutan yang mampu menyerap lebih banyak air dan lahan permukiman yang cenderung menghasilkan limpasan lebih besar karena penggunaan material impervious seperti aspal dan beton. Penjelasan ini diperkaya dengan data dan grafik yang memudahkan pemahaman peserta.

Kehadiran para guru dari MGMP Geografi Kota Malang memberikan dimensi praktis dalam diskusi, dengan fokus pada penerapan konsep-konsep hidrologi dalam kurikulum geografi di sekolah. Interaksi antara guru dan dosen membuka peluang untuk berbagi pengalaman dalam metode pengajaran yang lebih efektif, khususnya dalam menyederhanakan konsep hidrologi yang kompleks agar lebih mudah dipahami oleh siswa sekolah menengah atas.

Sinergi Teori dan Praktik dalam Pembelajaran Geografi

Kegiatan ini menegaskan pentingnya menjembatani teori dengan praktik nyata dalam pembelajaran geografi. Implementasi Matakuliah Publik ini menciptakan pengalaman belajar yang komprehensif dengan menggabungkan teori hidrologi dan aplikasinya pada pengelolaan sumberdaya air. Kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan guru MGMP Geografi Kota Malang menunjukkan bahwa keterlibatan semua pihak adalah kunci dalam menciptakan solusi pendidikan yang relevan dan berdampak.

Keberhasilan acara ini menjadi bukti nyata betapa pentingnya sinergi antara dunia akademik dan praktik lapangan dalam mencapai tujuan-tujuan global yang tercantum dalam SDGs. Inisiatif ini tidak hanya memperkuat pemahaman hidrologi bagi mahasiswa, tetapi juga memfasilitasi transfer pengetahuan yang lebih luas bagi para pendidik, dengan harapan bahwa pemahaman yang diperoleh akan diterapkan secara efektif dalam proses belajar mengajar di sekolah-sekolah di Kota Malang.

Views: 53