Dalam upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap isu-isu lingkungan serta kemampuan mereka dalam menganalisis permasalahan geografis secara langsung, Departemen Geografi mengadakan kegiatan kuliah lapangan untuk matakuliah Geografi Lingkungan. Kegiatan ini berlangsung di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, sebuah wilayah yang dikenal dengan keanekaragaman ekosistemnya serta tantangan lingkungan yang kompleks.

Kuliah lapangan ini mengusung tema “Penguatan Geokapabilitas Mahasiswa Terhadap Isu Lingkungan”, yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan merumuskan solusi berbasis geografis terhadap isu-isu lingkungan lokal. Kecamatan Bumiaji dipilih sebagai lokasi karena wilayah ini menghadapi beragam tantangan lingkungan, seperti kerawanan bencana banjir bandang dan tanah longsor, alih fungsi lahan, manajemen sumber daya air, dan dampak perubahan iklim terhadap pertanian.

Selama kegiatan, mahasiswa diberi kesempatan untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti:

  1. Observasi langsung di kawasan pertanian dan sumber mata air untuk memahami keterkaitan antara aktivitas manusia dengan kualitas lingkungan.
  2. Diskusi dengan masyarakat lokal mengenai kejadian bencana, pola pemanfaatan sumber daya alam dan dampaknya terhadap keberlanjutan lingkungan.
  3. Pengumpulan data lapangan yang meliputi analisis spasial, wawancara, dan dokumentasi visual untuk mendukung kajian akademik mahasiswa.

Kegiatan ini didampingi oleh dosen Dr. Heni Masruruoh, M.Sc, Alfi Sahrina, M.Pd, Dr. Adip Wahyudi, M.Pd dan asisten lapangan yang memberikan arahan serta membantu mahasiswa dalam proses pengambilan data. Dosen pengampu matakuliah Geografi Lingkungan (Dr. Heni Masruroh, M.Sc), menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menghubungkan teori yang diajarkan di kelas dengan realitas yang terjadi di lapangan. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk terjun langsug di masyarakat mendalami permasalahan kajian fisik maupun sosial terhadap isu lingkungan sehingga mahasiswa dapat mengidentifikasi masalah dan merumuskan solusi atas permasalahan tersebut sebagai sarana untuk melatih kepekaan mahasiswa di masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk melatih mahasiswa memahami persoalan lingkungan secara menyeluruh, dari segi teoritis maupun praktis. Kecamatan Bumiaji menjadi contoh nyata bagaimana interaksi antara manusia dan lingkungan dapat menimbulkan tantangan sekaligus peluang bagi keberlanjutan lingkungan,” jelas Bu Heni.

Mahasiswa juga diminta untuk membuat laporan ilmiah berdasarkan data yang mereka kumpulkan, yang nantinya akan menjadi salah satu indikator penilaian mata kuliah. Laporan ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang relevan bagi pengelolaan lingkungan di Kecamatan Bumiaji.

Mahasiswa sedang melakukan wawancara dengan warga utuk memperoleh data kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Kegiatan kuliah lapangan ini disambut antusias oleh para mahasiswa yang berkesempatan mempraktikkan langsung pengetahuan geografi lingkungan. Dosen pengajar aktif memberikan penjelasan dan praktik penggunaan instrumen geografi serta analisis kewilayahan. Salah satu peserta, Hafidz Al Farid, mengungkapkan kegembiraannya. “Kegiatan ini memberikan insight baru tentang penggunaan Soil Test Kit untuk menganalisis sifat fisik tanah. Kami juga belajar analisis bentang lahan, longsor, dan pencemaran air,” ujarnya.

Sementara itu, Imelda Nasywa menambahkan bahwa kegiatan wawancara dengan penduduk lokal berjalan hangat dan informatif. “Kami mendapatkan respon yang sangat baik dari narasumber, sehingga memperkaya pengetahuan kami tentang kondisi sosial dan lingkungan di daerah ini,” tuturnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Departemen Geografi berharap mahasiswa tidak hanya memiliki pemahaman teoretis yang kuat, tetapi juga keterampilan praktis untuk menjadi agen perubahan dalam menyelesaikan persoalan lingkungan di masa depan.

Views: 127