Trenggalek, 19 September 2025 – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Departemen Geografi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang yang diketuai oleh Dr. Purwanto, S.Pd., M.Si., mengadakan pelatihan “Sekolah Tandur” untuk para petani milenial di Aula Agropark, Kabupaten Trenggalek. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan sistem e-tandur untuk manajemen pertanian berkelanjutan kepada petani muda, serta membekali mereka dengan keterampilan untuk mengoptimalkan hasil pertanian menggunakan prinsip-prinsip yang ramah lingkungan.
E-tandur merupakan aplikasi dari hasil penelitian oleh tim Dosen Departemen Geografi dan dilakukan hilirisasi produk kepada petani milenial untuk mengembangkan sebuah sistem terintegrasi data spasial juga pengelolaan tanaman kepada petani. Program Pengabdian Masyarakat ini didanai oleh Kemdiktisaintek dan diketuai oleh Dr. Purwanto, S.Pd., M.Si yang juga sebagai Ketua Departemen Departemen Geografi, UM. Acara yang dihadiri oleh lebih dari 30 petani milenial dari berbagai desa di Trenggalek ini, dimulai dengan penyampaian materi oleh Bapak Purwanto. Sistem e-tandur adalah platform digital yang dirancang untuk membantu petani dalam mengelola waktu tanam, pemilihan bibit, serta perawatan tanaman secara lebih terstruktur dan berbasis data.
Pelatihan pemaparan materi tentang e-tandur meliputi cara kerja sistem e-tandur, manfaatnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian, serta bagaimana sistem ini dapat membantu petani untuk menentukan waktu tanam yang optimal sesuai dengan kondisi lingkungan dan musim. “Melalui sistem e-tandur, kami berharap para petani milenial di Trenggalek dapat lebih mudah mengakses informasi tentang pertanian, mulai dari penjadwalan tanam hingga perawatan tanaman yang berbasis teknologi. Ini akan mempermudah mereka dalam mengambil keputusan yang tepat untuk meningkatkan hasil pertanian,” ujar Dr. Purwanto, S.Pd., M.Si., yang sebagai ketua PKM ini.


Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk langsung berinteraksi dengan sistem e-tandur melalui sesi praktik, di mana mereka dapat mencoba berbagai fitur yang tersedia di platform ini. Dalam sesi tanya jawab, para peserta menyampaikan antusiasme mereka terhadap penggunaan teknologi dalam pertanian, dengan beberapa di antaranya mengungkapkan harapan agar sistem ini dapat diintegrasikan dengan lebih banyak sumber daya pertanian lokal.

“Saya sangat tertarik dengan sistem e-tandur karena dapat mempermudah pekerjaan saya sebagai petani. Dengan adanya jadwal tanam yang lebih terorganisir dan berbasis data, saya yakin hasil pertanian saya akan lebih maksimal,” kata salah satu petani milenial yang hadir dalam pelatihan. Transformasi petani milenial dalam memahami teknologi tentunya masih banyak kendala di lapangan, kendala kendala tersebut menyebar secara menyelutuh di wilayah Jawa Timur, sehingga kondisi ini menjadi suatu tantangan bagi dunia akademis untuk dapat melakukan terobosan-terobosan di masyarakat. Tantangan juga masih banyak bagi para penyuluh pertanian tentunya di Kabupaten Trenggalek yang dituntut untuk menyediakan informasi yang valid kepada petani juga kepada Pemerintah Daerah untuk merencanakan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Trenggalek.
Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Trenggalek Bapak Imam Nurhadi terkait dengan e-tandur; “Langkah ini merupakan bentuk perwujudan peningkatan produktivitas dalam bidang pertanian di Kabupaten Trenggalek, jika semakin tepat dan semakin akurat data yang digunakan maka kebijakan perencanaan pertanian tidak akan meleset“. Jika mengutip pernyataan dari Bapak Imam tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek memiliki dukungan penuh untuk keperluan perencanaan pertanian yang presisi.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkenalkan teknologi pertanian yang lebih tepat guna kepada petani milenial dan penyuluh di Trenggalek. Dengan pemanfaatan sistem e-tandur, diharapkan dapat tercipta pertanian yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Ketua Departemen geografi yang sekaligus Ketua Pengabdian Masyarakat mengucapkan terima kasih kepada DPPM Kemendiktiristek atas pendanaan pada kegiatan ini. Diharapkan kegiatan ini merupakan langkah awal bagi tim PKM untuk memberikan pendampingan lebih lanjut kepada para petani dan penyuluh, agar mereka dapat mengimplementasikan sistem e-tandur dalam kegiatan pertanian mereka sehari-hari.
Kontak Informasi:
Departemen Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang.
Views: 64
Recent Comments