Malang, Kompas – Meningkatnya risiko bencana alam di Indonesia yang tercatat mencapai 5.400 kejadian sepanjang tahun 2023 telah mendorong Himpunan Mahasiswa Departemen Geografi “VOLCANO” dari Universitas Negeri Malang untuk menggelar program edukasi bertajuk “Manajemen dan Aksi Tanggap Bencana 2024.” Program ini berlangsung pada Selasa, 14 Mei 2024, di SDN Dinoyo 2, Kota Malang, dan bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap gempa bumi bagi 252 siswa Sekolah Dasar dan 45 mahasiswa pendamping.

Dengan mengusung tema “Tantangan Masa Depan: Membangun Pondasi dalam Menghadapi Ancaman Gempa Bumi di Era Lingkungan yang Rapuh,” kegiatan ini berfokus pada penyuluhan dan praktik simulasi kebencanaan untuk siswa. Ketua Himpunan Mahasiswa Departemen Geografi, “VOLCANO,” menjelaskan bahwa program ini bertujuan membangun mental kebangsaan yang tangguh pada generasi muda melalui pemahaman risiko lingkungan dan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. “Edukasi sejak dini menjadi fondasi agar anak-anak Indonesia tumbuh dengan kesadaran akan pentingnya solidaritas dan ketangguhan dalam menghadapi ancaman bencana, yang merupakan bagian dari tanggung jawab kita sebagai bangsa,” jelasnya.

Sebagai negara tropis yang berada di garis khatulistiwa dengan kondisi geologis aktif, Indonesia memiliki risiko bencana alam yang tinggi, termasuk gempa bumi yang sering kali berdampak signifikan pada keselamatan dan stabilitas sosial. Wilayah Kota Malang, yang juga berada pada jalur rawan gempa, menjadi tempat yang tepat untuk mengadakan edukasi kebencanaan ini. “Dengan materi praktis yang terhubung pada skenario gempa bumi, kami berharap para siswa memahami cara-cara yang benar untuk melindungi diri dan bisa menjadi duta bagi keluarga serta masyarakat sekitar dalam menghadapi bencana,” tambah koordinator kegiatan tersebut.

Program “Manajemen dan Aksi Tanggap Bencana 2024” juga menghubungkan pengetahuan kebencanaan dengan nilai kebangsaan dan cinta tanah air, mendorong peserta didik untuk melihat tanggung jawab bersama dalam menjaga ketangguhan komunitas. Seiring perubahan iklim dan kondisi lingkungan yang kian rapuh, mahasiswa Himpunan Geografi “VOLCANO” berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal menuju komunitas yang lebih siap, terinformasi, dan peduli terhadap sesama dalam menghadapi bencana.

Views: 30